Membedakan Reaksi Eksoterm dan Endoterm
I.
Tujuan
Dapat
memebedakan reaksi yang menyerap panas (endoterm) dengan reaksi yang melepas panas
eksoterm
II.
LandasanTeori
Reaksi
endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem (kalor yang di serap oleh system dari lingkungannya) dengan adanya penurunan suhu lingkungan disekitar sistem, besar entalpi pereaksi lebih kecil daripada hasil reaksi. ΔH
nya bernilai positif contoh daripada reaksi endoterm adalah pada reaksi Ba(OH)₂(s)
+ NH₄cl(s)
+ H2O(S). Dimana reaksi ini merupakan sebuah reaksi endoterm yang
digambarkan sebagai berikut.
Ba(OH)₂₍s₎+ 2NH₄Cl₍s₎+H₂O₍l₎ BaCl₂₍aq₎ + 2NH₄OH₍aq₎ ΔH= +KJ/mol

1 +1
+2 -1
Ba(OH)₂ + NH₄cl BaCl₂+
NH₄OH
Dingin
BaCl₂
+ NH₄OH
∆H=+kJ/mol
Ba(OH)2+NH4Cl
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan
(kalor yang dibebaskan oleh sistem
ke lingkungannya). Ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem,
reaksi eksoterm melepas panas, dan entalpi sistem
bekurang, entalpi pereaksi lebih besar dari hasil serta ΔH bernilai negatif contoh reaksi ini adalah
pada reaksi-reaksi pembakaran C₈H₁₈
(oktana). Reaksi ini dapat digambarkan sebagai berikut.
ΔH= -KJ/mol
ΔH= -KJ/mol
Reaksi eksoterm pada umumnya berlangsung spontan, sedangkan reaksi endoterm tidak dalam reaksi endoterm maupun eksoterm. Apabila kita menuliskanreaksi termokimia maka memerlukan ΔH.
ΔH ini dapat dihitung menggunakan rumus sebagai
berikut.
III.
Masalah
Bagaimana cara menentukan perbedaan panas antara reaksi endoterm dengan reaksi eksoterm apabila tabung reaksi disentuh dengan tangan?
IV.
Hipotesis : (H1) Ada perbedaan panas antara reaksi endoterm dengan reaksi eksoterm.
(HO) Tidak ada perbedaan panas antara reaksi endoterm dengan eksoterm.
V.
Rancangan percobaan
A. Alat :
1.
Gelas kimia 2 buah
2.
Spatula 2 buah
3.
Tabung reaksi 1 buah
Bahan :
1.
Aquades
2.
Amonium NaOH 1M
3.
Larutan HCl 1M
4.
Ammonium
CO(NH2)2
B. Prosedur kerja
1.
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
2.
Letakan
2 buah
gelas kimia dan ambil spatula.
3.
Masukan aquades kedalam gelas kimia. Lalu tambahkan CO(NH2)2(aq)
kedalam gelas kimia dengan menggunakan 3 spatula, diaduk.
4.
Letakkan gelas kimia diatas tangan lalu rasakan
5.
Campurkan larutan 10ml NaOH 1M dengan larutan 10ml HCl 1M dalam tabung reaksi.
6.
Lalu aduk.
7.
Pegang dinding tabung, kemudian rasakan.
8.
Amati
apa yang terjadi dan rasakan perbedaan diantara keduanya.
9.
Masukkan
data kedalam tabel.
VI.
Data pengamatan
A.
Data
pengamatan
|
No.
|
Larutan
|
Hasil reaksi
|
|
1
|
Aquades + CO(NH2)2(aq)
|
|
|
2
|
NaOH(aq)+HCl(aq)
|
|
B.
Kesimpulan
Menentukan
∆H Reaksi Menggunakan Kalorimeter
I.
Tujuan
Menentukan
∆H reaksi larutan NaOH dengan larutan HCl yang menghasilkan larutan NaCl dan H2O
dengan menggunakan kalorimeter.
II.
Landasan
Teori
Kalorimeter adalah alat
yang digubakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dan
sistem larutan. Kalorimeter sederhana ialah mengukur perubahan suhu dan
sejumlah air atau larutan sebagai akibat dari suatu reaksi kimia dalam wadah
terisolasi. Jumlah kalor yang diserap oleh kalorimeter untuk menaikan
temperaturnya sebesar 10 disebut terapan kalorimeter.
Dalam hal ini kalor
yang diperoleh dibebaskan oleh reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap
kalorimeter ditambah dengan jumlah kalir yang diserap atau dibebaskan oleh
larutan dalam kalorimeter. Oleh karena itu, tidak dapat dimusnahkan atau
diciptakan, maka :
q.reaksi + q.larutan = 0
q.reaksi = -q.larutan
q.larutan = m.C.∆t
III.
Rumusan
Masalah
Bagaimana cara menentukan ∆H reaksi
dengan menggunakan kalorimeter?
IV.
Hipotesis
(H1) : Perubahan entalphi reaksi pelarutan dan penetralan dapat
ditentukan dengan menggunakan kalorimeter.
(H0) : Perubahan entalphi reaksi pelarutan dan penetralan tidak dapat
ditentukan dengan menggunakan kalorimeter
V.
Rancangan
Percobaan
A.
Alat
1. Bejana
plastik
2. Kaca
arloji
3. Termometer
4. Gelas
ukur
5. Kalorimeter
6. Timbangan
B.
Bahan
1. Larutan
HCl 1M
2. Larutan
NaOH 1M
3. NaOH
padat
4. Aquades
C.
Prosedur
Kerja
1.
Pelarutan
a. Siapkan
alat dan bahan
b. Ambilah
gelas kimia
c. Timbang
serbuk atau padatan NaOH sebanyak 5gr
d. Masukan
50ml air ke dalam gelas kimia
e. Ukur
suhu awal
f. Campurkan
NaOH serbuk yang telah ditimbang kedalam kalorimeter yang telah berisi air
g. Aduk
h. Ukur
suhu larutan dan catatlah
i.
Masukan data kedalam
tabel, berikutnya hitung ∆H pelarutan NaOH padat
2.
Penetralan
a. Siapkan
alat dan bahan
b. Masukan
NaOH dan HCl 20ml kedalam gelas plastik. Ukurlah suhu NaOH dan HCl dengan
termometer sebelum direaksikan sebagai suhu awal
c. Lalu
campurkan kedua larutan dalam kalorimeter
d. Larutan
tersebut terus diaduk hingga suhu tidak naik lagi
e. Catatlah
suhu akhirnya
f. Masukan
data kedalam tabel
g. Hitung
∆H netralisasi
VI.
Hasil
Pengamatan dan Kesimpulan
A.
Hasil
Pengamatan
C
= 4,22/gr0C
f
= 1
Q
= m . C . ∆t
1. Percobaan
1
|
NO
|
Bahan
|
Suhu Awal
|
Suhu Akhir
|
∆t
|
|
1
|
H2O (Air)
|
|
|
|
|
2
|
N2O + NaOH padat
|
|
|
|
2. Percobaan
2
|
NO
|
Bahan
|
Suhu Awal
|
Suhu Akhir
|
∆t
|
|
1
|
H2O (Air)
|
|
|
|
|
2
|
HCl(aq)
|
|
|
|
|
3
|
NaOH (aq)+ HCl
|
|
|
|
B.
Kesimpulan