Senin, 14 Oktober 2013




My Pet

Hello friends. Now I want to tell you about one animal that I like and it is my pet. I have many pets at home. But now i want to tell you about one pet that I like most. It’s a dog. And its name is Bama. For me Bama is a cute and nice animal. But sometimes the other people say that it is dangereous, because he always want to bite all the people that come to my house.
          Bama has soft fur. The color of its fur are brown and white. It has two eyes, which are big and round eyes. Like the other dog, Bama has four strong legs for walk, run, and jump on its body.
          Bama like to eat meat, milk, and dog food. It usually eat three times everyday. But Bama never being fat. It is thin dog.  

Pidato Bahasa Indonesia : Tat Twam Asi



OM Swastiastu, Asalamualaikum Wrb., Salam Sejahtera bagi kita semua.

Jika saya berkata, umumnya manusia lebih memikirkan egonya sendiri. Seolah-olah dunia ini menjadi miliknya sendiri. Apakah itu benar? Mereka itu diberi satu minta dua, diberi dua minta tiga, diberi tiga minta seratus, diberi seratus minta satu juta dan seterusnya. Kembali kepada hadirin sekalian, apakah hadirin pernah merasa tidak puas terhadap sesuatu? Pastinya pernah.
Manusia, manusia memiliki ciri yaitu tidak pernah puas. Tragisnya, dari jutaan manusia yang ada di dunia ini jika satu dengan lainnya memiliki sifat egoisnya sendiri-sendiri, maka cepatlah rusak dunia ini. Bayangkan saja, jika sudah menguasai hutan, maka ia bisa bertindak seenaknya sendiri untuk mendapatkan keuntungan demi memuaskan egonya.
Hadirin yang berbahagia,
Setiap agama yang ada di dunia ini tidak mengajarkan manusia untuk hidup sendiri-sendiri. Islam sendiri mengajarkan, manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal satu dengan lainnya. Demikian juga Hindu yang terkenal dengan ajaran Tat Twam Asi. Saudara-saudara, pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan uraian singkat saya mengenai Tat Twam Asi.
Sebenarnya, apakah arti dari Tat Twam Asi? Arti dari Tat Twam Asi itu sangatlah mudah. Tat Twam Asi berari "aku adalah engkau, engkau adalah aku." Intinya adalah engkau dan aku adalah sama. Mudah kan?
Iya, dari arti kata yang sangat mudah ini, kita bisa lihat ada orang yang hebat. Dia adalah seseorang dari India yang sangat terkenal, yaitu Mahatma Ghandi. Mahatma Ghandi, seseorang yang telah berhasil menerapkan Tat Twam Asi di negerinya. Itu terjadi saat ia berhasil dalam memerangi penjajahan Inggris yang sangat mencekam dan mengerikan.
Sekarang bisakah anda bayangkan Tat Twam Asi tersebut? Kata yang sangat mudah ini memberikan dampak yang sangat besar bagi keberhasilan suatu negara. Mungkin jika kita mempelajari Tat Twam Asi secara sekilas, maka hal itu tampak remeh. Padahal jika didalami, makna yang ada sangatlah besar. 

Bila ajaran Tat Twam Asi dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh dan sungguh-sungguh, baik dalam sifat dan prilaku kita, maka kehidupan ini akan menjadi sangat harmonis. Satu dengan yang lainnya diantara kita dapat hidup saling menghormati, mengisi dan damai.
Baik saudara, saya kira cukup sekian dari saya mengenai ajaran Tat Twam Asi patut kita pedomi, cermati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Maaf jika ada salah-salah kata dan pengucapan. Akhir kata saya tutup dengan paramasanthi, OM Santhi, Santhi, Santhi OM. Wasalamualaikum Wrb, Semoga kita selalu damai selamanya. 

Praktikum Kimia


Membedakan Reaksi Eksoterm dan Endoterm
I.                   Tujuan   
Dapat memebedakan reaksi yang menyerap panas (endoterm) dengan reaksi yang melepas panas eksoterm

II.                LandasanTeori
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem (kalor yang di serap oleh system dari lingkungannya) dengan adanya penurunan suhu lingkungan disekitar sistem,  besar entalpi pereaksi lebih kecil daripada hasil reaksi. ΔH nya bernilai positif contoh daripada reaksi endoterm adalah pada reaksi Ba(OH)(s) + NHcl(s) + H2O(S). Dimana reaksi ini merupakan sebuah reaksi endoterm yang digambarkan sebagai berikut.
Ba(OH)s+ 2NHCls+HOl                  BaCl₂₍aq + 2NHOHaq ΔH= +KJ/mol
       1            +1
+2                       -1       


 

        Ba(OH)  + NHcl             BaCl+ NHOH            
                                                                                         
                                 Dingin
 

      BaCl + NHOH
entalpi                                                                                     
∆H=+kJ/mol
                                                                                                                       
      Ba(OH)2+NH4Cl

 

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang  disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan (kalor yang dibebaskan oleh sistem ke lingkungannya). Ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem, reaksi eksoterm melepas panas, dan entalpi sistem bekurang, entalpi pereaksi lebih besar dari hasil serta ΔH bernilai negatif contoh reaksi ini adalah pada reaksi-reaksi pembakaran CH₁₈ (oktana). Reaksi ini dapat digambarkan sebagai berikut.

      ΔH= -KJ/mol

            CH₁₈             
                                                                                                                                       



           CH₁₈ +
entalpi
ΔH= -KJ/mol                 

 

                      Reaksi eksoterm pada umumnya berlangsung spontan, sedangkan reaksi endoterm tidak dalam reaksi endoterm maupun eksoterm. Apabila kita menuliskanreaksi termokimia maka memerlukan ΔH. ΔH ini dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.
Text Box: ΔH = Hhasil - Hpereaksi







III.             Masalah
Bagaimana cara menentukan perbedaan panas antara reaksi endoterm dengan reaksi eksoterm apabila tabung reaksi disentuh dengan tangan?

IV.             Hipotesis   : (H1) Ada perbedaan panas antara reaksi endoterm dengan reaksi eksoterm.
 (HO) Tidak ada perbedaan panas antara reaksi endoterm dengan eksoterm.

V.                 Rancangan percobaan
A.     Alat     :                                                                      
1.      Gelas kimia       2 buah                                         
2.      Spatula              2 buah                                                                 
3.      Tabung reaksi   1 buah                 
Bahan  :
1.      Aquades
2.      Amonium NaOH 1M
3.      Larutan HCl 1M
4.      Ammonium CO(NH2)2


B.     Prosedur kerja
1.      Siapkan alat dan bahan yang  akan digunakan dalam praktikum.
2.      Letakan 2 buah gelas kimia dan ambil spatula.
3.      Masukan aquades kedalam gelas kimia. Lalu tambahkan CO(NH2)2(aq) kedalam gelas kimia dengan menggunakan 3 spatula, diaduk.
4.      Letakkan gelas kimia diatas tangan lalu rasakan
5.      Campurkan larutan 10ml NaOH 1M dengan larutan 10ml HCl 1M dalam tabung reaksi.
6.      Lalu aduk.
7.      Pegang dinding tabung, kemudian rasakan.
8.      Amati apa yang terjadi dan rasakan perbedaan diantara keduanya.
9.      Masukkan data kedalam tabel.

VI.              Data pengamatan
A.     Data pengamatan
No.
Larutan
Hasil reaksi
1
Aquades + CO(NH2)2(aq)

2
NaOH(aq)+HCl(aq)


B.     Kesimpulan
















Menentukan ∆H Reaksi Menggunakan Kalorimeter

I.                   Tujuan
Menentukan ∆H reaksi larutan NaOH dengan larutan HCl yang menghasilkan larutan NaCl dan H2O dengan menggunakan kalorimeter.

II.                Landasan Teori
Kalorimeter adalah alat yang digubakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dan sistem larutan. Kalorimeter sederhana ialah mengukur perubahan suhu dan sejumlah air atau larutan sebagai akibat dari suatu reaksi kimia dalam wadah terisolasi. Jumlah kalor yang diserap oleh kalorimeter untuk menaikan temperaturnya sebesar 10 disebut terapan kalorimeter.
Dalam hal ini kalor yang diperoleh dibebaskan oleh reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap kalorimeter ditambah dengan jumlah kalir yang diserap atau dibebaskan oleh larutan dalam kalorimeter. Oleh karena itu, tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan, maka :
                    q.reaksi + q.larutan = 0
                    q.reaksi = -q.larutan
                    q.larutan = m.C.∆t

III.             Rumusan Masalah
Bagaimana cara menentukan ∆H reaksi dengan menggunakan kalorimeter?

IV.             Hipotesis
(H1)     : Perubahan entalphi reaksi pelarutan dan penetralan dapat ditentukan dengan menggunakan kalorimeter.
(H0)     : Perubahan entalphi reaksi pelarutan dan penetralan tidak dapat ditentukan dengan menggunakan kalorimeter

V.                Rancangan Percobaan
A.    Alat
1.      Bejana plastik
2.      Kaca arloji
3.      Termometer
4.      Gelas ukur
5.      Kalorimeter
6.      Timbangan
B.     Bahan
1.      Larutan HCl 1M
2.      Larutan NaOH 1M
3.      NaOH padat
4.      Aquades

C.    Prosedur Kerja
1.      Pelarutan
a.       Siapkan alat dan bahan
b.      Ambilah gelas kimia
c.       Timbang serbuk atau padatan NaOH sebanyak 5gr
d.      Masukan 50ml air ke dalam gelas kimia
e.       Ukur suhu awal
f.       Campurkan NaOH serbuk yang telah ditimbang kedalam kalorimeter yang telah berisi air
g.      Aduk
h.      Ukur suhu larutan dan catatlah
i.        Masukan data kedalam tabel, berikutnya hitung ∆H pelarutan NaOH padat

2.      Penetralan
a.       Siapkan alat dan bahan
b.      Masukan NaOH dan HCl 20ml kedalam gelas plastik. Ukurlah suhu NaOH dan HCl dengan termometer sebelum direaksikan sebagai suhu awal
c.       Lalu campurkan kedua larutan dalam kalorimeter
d.      Larutan tersebut terus diaduk hingga suhu tidak naik lagi
e.       Catatlah suhu akhirnya
f.       Masukan data kedalam tabel
g.      Hitung ∆H netralisasi

VI.             Hasil Pengamatan dan Kesimpulan

A.    Hasil Pengamatan
C = 4,22/gr0C
f = 1
Q = m . C . ∆t
                       
1.      Percobaan 1
NO
Bahan
Suhu Awal
Suhu Akhir
∆t
1
 H2O (Air)



2
 N2O + NaOH padat




2.      Percobaan 2
NO
Bahan
Suhu Awal
Suhu Akhir
∆t
1
H2O (Air)



2
HCl(aq)



3
NaOH (aq)+ HCl




B.     Kesimpulan