PARTISIPASI POLITIK

A.
Sistem
Politik NKRI
Sistem
politik di Indonesia adalah sebuah sistem yang
mengatur urusan bernegara di Indonesia. Dalam sistem politik di Indonesia pun
menyebutkan bahwa Negara Indonesia berbentuk republik yang pemerintahannya
dijalankan oleh presiden dan wakil presiden.
Politik bebas aktif ini menyatakan bahwa
kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya untuk kepentingan
rakyat. Pada masa awal terbentuknya Negara Republik Indonesia memang MPR atau
Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah pemegang pemerintahan tertinggi. Namun pada masa demokrasi ini pemerintahan tertinggi
tetap dijalankan oleh presiden yang dibantu oleh wakil presiden, sementara MPR
berubah menjadi badan tertinggi negara yang bertugas mengawasi jalannya
pemerintahan yang dilakukan oleh presiden dan wakil presiden.
Sistem politik di indonesia sudah
ditetapkan dengan baik, namun pada pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik. Karena
masih ada saja masyarakat yang menentang apapun yang sudah ditetapkan oleh para
pemerintah dan menyalahgunakan kekuasaan yang diberikan. Seperti yang kita
tahu, negara kita menganut sistem politik demokrasi, dimana masyarakat
diberikan kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dan berserikat berkumpul (UUD
1945 pasal 28). Pada era sekarang masih saja masyarakat menentang semua
kebijakan pemerintah. Padahal dalam proses penetapannya, proses pertama yang
dilakukan adalah mencari pendapat dan persetujuan dari masyarakat (input) sebelum
diproses dan akhirnya ditetapkan oleh para pemerintah dan para pejabat di
negara kita. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua kebijakan yang ditetapkan
sebenarnya telah disetujui oleh masyarakat, namun masih saja masyarakat
mempermasalahkannya dan menentang serta menuntut para penetap kebijakan, dengan
alasan tidak sesuainya kebijakan tersebut dalam negara kita. Namun tidak
sepenuhnya hal itu kesalahan masyarakat, sekarang ini banyak juga pejabat yang
menyalahgunakan kekuasaannya yaitu dengan membuat kebijakan tanpa melihat
bagaimana keadaan masyarakat dan terkadang para penetap kebijakan menetapkan
kebijakannya dengan mementingkan kepentingan sendiri dari pada masyarakat. Sehingga
saat ini kita tahu bahwa citra buruk pemerintah sangat melekat pada masyarakat.
Sistem politik Indonesia adalah sistem politik yang berdasarkan
demokrasi di mana keputusan tertinggi berada di tangan rakyat. Kenyataannya,
walaupun keputusan tertinggi berada di tangan rakyat, rakyat tetap tidak mampu
menciptakan kesejahteraan yang merata bagi masing-masing individu di dalamnya.
Hal inilah
yang akhirnya patut kita renungkan bersama. Penerapan sistem dalam politik
demokrasi saat ini mati rasa. Bagaimana caranya kita menghidupkan sistem
politik berdasarkan demokrasi tersebut tanpa tindakan kekerasan, demonstrasi
yang berbuntut pengrusakan atau kekerasan yang akhirnya membuat jatuhnya korban
jiwa?
B.
Partisipasi
Politik
Partisipasi politik saat ini sangat
banyak. Hal itu terjadi karena kembali lagi pada sistem politik kita yaitu
sistem politik demokrasi. Adapun contoh partisipasi politik sistem politik di
Indonesia adalah musyawarah mufakat. Dalam hal ini, musyawarah merupakan hal
yang paling sederhana yang dapat dilakukan oleh siapapun karena menempati
sampai ruang lingkup terkecil yaitu keluarga. Dalam sistem politik, musyawarah
dilakukan pada pemilihan presiden dan wakil presiden (PEMILU), gubernur dan
wakil gubernur (PILKADA), camat, bupati, kepala desa, bahkan kelian dinas atau
di Bali seperti kelian adat. Selain itu, peran kita juga diperlukan dalam
partai politik, yaitu sebagai orang yang berani mencoba sebagai salah satu
pejabat ataupun pemimpin suatu masyarakat. Seseorang yang ikut serta dalam
partai politik dapat dikatakan sebagai seseorang yang ikut memiliki peran dalam
sistem politik. Contoh lain yang dapat kita ambil yaitu peran anak muda zaman
sekarang dalam sistem politik saat ini yaitu maraknya demonstrasi-demonstrasi
yang dilakukan. Peran tersebut memang dibenarkan menurut uu, karena setiap
orang dapat mengeluarkan pendapatnya, namun sangat disayangkan bahwa hal ini
dapat merugikan berbagai hal baik dari infrastruktur, suprastruktur, dan semua
fasilitas yang terdapat di negara yang kita tempati. Seperti contoh yang
terjadi pada tahun 1998 yang masih sangat melekat di pikiran kita. Banyak
mahasiswa yang tewas, jalanan hancur, pamflet-pamflet berserakan dimana-mana
dan lain sebagainya akibat perbuatan tersebut. Jadi dapat saya simpulkan bahwa
peran serta masyarakat memang sangat dibutuhkan, karena kita tahu bahwa negara
kita negara yang menganut sistem politik demokrasi, dimana masyarakat adalah
pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara. Dan memang sepantasnya
masyarakat menggunakan kekuasaan tersebut demi dirinya sendiri. Namun,
kesadaran dan kepercayaan masyarakat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pada
sistem politik yang dijalankan dalam hal ini juga harus digunakan dengan baik
sehingga terjadi keseimbangan antara seluruh aparatur negara tanpa merugikan
salah satunya. Oleh karena itu, setiap warga negara harus bertanggung jawab
atas pelaksanaan dan pengembangan demokrasi dalam kehidupan masyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar