Senin, 14 Oktober 2013

Pidato Bahasa Indonesia : Penyiaran Televisi


Sebelumnya terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya. Pertama-tama perkenankanlah saya menghaturkan panganjali umat,
“Om Swastiastu”
Assalamu’alaikum Wr Wb”
Dan salam sejahtera kepada kita semua. Yang terhormat kepada Ibu guru yang berada di samping saya selaku guru Bahasa Indonesia dan seluruh teman-teman disini yang saya cintai, yang tidak bisa saya sampaikan satu persatu. Puja dan puji syukur kita panjat kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam keadaan sehat dan berbahagia.
Hadirin sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah uraian tetang Penyiaran Televisi.
Pada hakekatnya, televisi memiliki karakter yang tidak dimiliki oleh media lainnya. Adapun karakteristik televisi antara lain :
1.      Pesan Media ini dapat sampai kepada pemirsanya tanpa memerlukan bimbingan dan petunjuk
2.      Pesan itu sampai tanpa memerlukan pemikiran
3.      Televisi tidak memberikan pemisah bagi para pemirsanya, artinya siapa saja dapat menonton televisi
Jadi, televisi dapat dikatakan sebagai media pandang dengar (audio visual), televisi memang telah menyajikan secara instan isi siarannya kepada pemirsa dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, dan status sosial dan sifat penontonnya yang heterogen. Karakteristik televisi seperti ini, tentu membuat pengaruhnya lebih luas cakupannya dibandingkan media cetak dan radio.
Televisi juga menyajikan pesan secara dramtis, karena dia menggunakan dua indera sekaligus yaitu pengelihatan dan pendengaran (audio-visual) dan pesan yang sampai seketika, tidak dapat diulang, kecuali tayangan/program siaran ulang (re-un). Gambar yang hadir berganti cepat, penuh warna, dan juga ilustrasi suara berupa music instrumentalia dan/atau lagu dan membuat pemirsa sering kali hanyut ketika menonton. Akibatnya, pemirsa menonton televisi secara “tidak sadar” atau tidak menggunakan bagian otak yang berfungsi untuk menganalisis (direktor), namun hanya bagian otak yang berfungsi responsive semata. Apalagi siaran biasanya salah satu hal yang paling berpengaruh bagi anak-anak, jika siaran tersebut tidak diatur maka perilaku anak akan cenderung mengikuti hal yang dilihatnya di tv dan mempengaruhi kelakuannya di masa depan.
Agar hal tersebut tidak terjadi, menentukan jadwal jam menonton tv itu perlu dilakukan oleh setiap keluarga di dunia, khususnya di Indonesia. Pengaturan jam menonton tv ini akan berjalan efektif jika ada kesepakatan antara seluruh anggota keluarga. Orang tua merupakan contoh pertama bagi anak-anak. Para orang tua disarankan agar menonton tv dijadikan sebagai kegiatan memilih acara atau program yang ditawarkan oleh tv dan menonton tv menjadi tidakan yang mempunyai tujuan yakni, mendidik, informative, dan sesuai dengan usia anak-anak.
Hadirin sekalian, demikian uraian saya tentang Penyiaran Televisi. Saya harap apa yang saya sampaikan akan bermanfaat bagi hadirin semuanya. Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih.
“Om Santih, Santih, Santih, Om”
Assalamu’alaikum Wr Wb”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar